Tujuan dan Tugas Pokok Gerakan Pramuka

Tujuan Gerakan Pramuka

Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia, agar supaya :

1. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta :
1. tinggi mental - moral - budi pekerti dan kuat keyakinan beragamanya.
2. tinggi kecerdasan dan keterampilannya.
3. kuat dan sehat fisiknya.

2. Menjadi warga negara Indonesia yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia; sehingga menjadi angota masyarakat yang baik dan berguna, yang sanggup dan mampu menyelanggarakan pembangunan bangsa dan negara.

Tujuan tersebut merupakan cita-cita Gerakan Pramuka. Karena itu semua kegiatan yang dilakukan oleh semua unsur dalam Gerakan Pramuka harus mengarah pada pencapain tujuan tersebut.

Tugas Pokok

1. Tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak dan pemuda Indonesia, menuju ke tujuan Gerakan Pramuka, sehingga dapat membentuk tenaga kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

2. Dalam melaksanakan pendidikan kepramukaan tersebut Gerakan Pramuka selalu memperhatikan keadaan, kemampuan, kebutuhan dan minat peserta didiknya.

3. Gerakan Pramuka berkewajiban melaksanakan Eka Prasetya Pancakarsa. Karena kepramukaan bersifat nasional, maka gerak dan kegiatan Gerakan Pramuka disesuaikan dengan kepentingan nasional. Kepentingan nasional bangsa Indonesia ini tercantum dalam Garis Besar Haluan Negara, yang merupakan Ketetapan MPR. Gerakan Pramuka dalam iktu membantu pelaksanaan GBHN tersebut selalu mengikuti kebijakan Pemerintah dan segala peraturan perundang-undangannya.

4. Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk tenaga kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya Gerakan Pramuka harus memperhatikan pula keadaan, kemampuan, adat dan harapan masyarakat, termasuk orang tua Pramuka, sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orang tua Pramuka dan masyarakat setempat.

5. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Gerakan Pramuka menggunakan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan, sistim among dan berbagai metoda penyajian lainnya. Para Pramuka mendapat pembinaan dalam satuan-gerak sesuai dengan usia dan bidang kegiatannya dengan memgikuti ketentuan pada Syarat Kecakapan Umum, Syarat Lecakapan Khusus dan Syarat Pramuka Garuda.

6. Sasaran yang ingin dicapai dengan pendidikan kepramukaan itu ialah :
1. kuat keyakinan beragamanya.
2. tinggi mental dan moralnya, serta berjiwa Pancasila.
3. sehat, segar dan kuat jasmaninya.
4. cerdas, segar dan kuat jasmaninya.
5. berpengetahuan luas dan dalam.
6. berjiwa kepemimpinandan patriot.
7. berkesadaran nasional dan peka terhadap perubahan lingkungan.
8. berpengalaman banyak.

(sumber : pramukapmr.wordpress.com)

Baca Selengkapnya......

Prinsip Dasar dan Metodik Kepramukaan

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan prinsip yang digunakan dalam pendidikan kepramukaan, yang membedakannya dengan gerakan pendidikan lainnya.

Baden-Powell sebagai penemu pendidikan kepramukaan telah menyusun prinsip-Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan dan menggunakannya untuk membina generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Beberapa prinsip itu didasarkan pada kegiatan anak atau remaja sehari-hari.

Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan itu harus diterapkan secara menyeluruh. Bila sebagian dari prinsip itu dihilangkan, maka organisasi itu bukan lagi gerakan pendidikan kepramukaan.

Dalam Anggaran dasar Gerakan Pramuka dinyatakan bahwa Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan ialah :

Prinsip Dasar
1. Prinsip Dasar Kepramukaan adalah :
1. iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
2. peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya;
3. peduli terhadap diri pribadinya;
4. taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

2. Prinsip Dasar Kepramukaan sebagai norma hidup seorang anggota Gerakan Pramuka, ditanamkan dan ditumbuhkembangkan melalui proses penghayatan oleh dan untuk diri pribadinya, bagi pesertadidik dibantu oleh pembina, sehingga pelaksanaan dan pengamalannya dilakukan dengan penuh kesadaran, kemandirian, kepedulian, tanggungjawab serta keterikatan moral, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.

3. Menerima secara sukarela Prinsip Dasar Kepramukaan adalah hakekat pramuka, baik sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, makhluk sosial, maupun individu yang menyadari bahwa diri pribadinya :
- mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan beribadah sesuai tata-cara dari agama yang dipeluknya serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
- mengakui bahwa manusia tidak hidup sendiri, melainkan hidup bersama dengan mahkluk lain yang juga diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, khususnya sesama manusia yang telah diberi derajat yang lebih mulia dari mahkluk lainnya. Dalam kehidupan bersama didasari oleh prinsip peri kemanusiaan yang adil dan beradab.
- diberi tempat untuk hidup dan berkembang oleh Tuhan Yang Maha Esa di bumi yang berunsurkan tanah, air dan udara yang merupakan tempat bagi manusia untuk hidup bersama, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dengan rukun dan damai.
- memiliki kewajiban untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sosial serta memperkokoh persatuan, menerima kebhinnekaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
- memerlukan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang/ memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidupnya. Karena itu manusia wajib peduli terhadap lingkungan hidupnya dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.

Metode Kepramukaan
1. Metode Kepramukaan merupakan cara belajar progresif melalui :
- pengamalan Kode Kehormatan Pramuka;
- belajar sambil melakukan;
- sistem berkelompok;
- kegiatan yang menantang dan meningkat serta mengandung pendidikan yang sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani pesertadidik;
- kegiatan di alam terbuka;
- sistem tanda kecakapan;
- sistem satuan terpisah untuk putera dan untuk puteri;
- sistem among.

2. Metode Kepramukaan pada hakekatnya tidak dapat dilepaskan dari Prinsip Dasar Kepramukaan. Keterkaitan itu terletak pada pelaksanaan Kode Kehormatan.

3. Metode Kepramukaan sebagai suatu sistem, terdiri atas unsur-unsur yang merupakan subsistem terpadu dan terkait, yang tiap unsurnya mempunyai fungsi pendidikan yang spesifik dan saling memperkuat serta menunjang tercapainya tujuan.

(sumber : pramukapmr.wordpress.com)

Baca Selengkapnya......

Pramuka Tergerus Zaman

“Salam pramuka!” begitu khas seruan yang biasa diucapkan anggota pramuka saat akan menyapa dan bertatap muka ataupun mengawali sambutan. Sayang, salam khas itu kini sayup terdengar. Remaja kini lebih menikmati serbuan hiburan bahkan permainan modern.

“Hari gini pramuka,” demikian komentar seorang siswa SMP ketika ditanya SH perihal pramuka. Ia ditemui di bilangan Pasarbaru, Jakarta Pusat, Kamis (11/8) siang.

Siswa yang mengaku bernama Wawan itu mengatakan bahwa di sekolah memang ada kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Namun, dia tidak ikut karena kini banyak kegiatan untuk mengisi waktu yang menarik seperti futsal, nimbrung “biker” dengan rekan-rekan sekolahnya, main PlayStation (PS) atau ngendon di warung internet hingga larut malam.

Kalau toh ada kewajiban menggunakan seragam pramuka, menurut siswa kelas VIII sebuah SMP Negeri di bilangan Kemayoran, hal itu semata-mata karena pihak sekolah mengancam memberi sanksi jika tidak mengenakannya. Akhirnya, ia pun mengenakan pakaian seragam pramuka setiap Rabu.

Lain lagi Saskia. Siswa kelas delapan SMP Negeri 86 di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan ini mengaku ikut kegiatan pramuka karena bertemu dengan banyak teman. Pertemanan itu terus berlanjut dalam Facebook.

”Saya senang bergaul dengan banyak teman, dan pramuka memberikan peluang itu,” tuturnya. Hingga kini dia masih mengikuti kegiatan pramuka setiap Sabtu siang.

Pramuka tidak dilirik lagi terlihat ketika SH menyambangi gedung Gerakan Pramuka Kwartir Nasional (Kwarnas) di Gambir, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/8).

Semasa Presiden Soeharto, gedung berbentuk tunas kelapa itu ramai dikunjungi remaja yang membeli atribut pramuka, seperti tanda tutup kepala, kacu, cincin kacu, seragam pramuka, kaus kaki hitam pramuka, hingga papan nama. Namun, kini pemandangan itu tinggal kenangan.

“Dulu setiap Senin hingga Kamis hampir tidak ada waktu untuk makan siang karena melayani orang membeli atribut pramuka,” tutur Parmono, pegawai kedai Kwarnas Nasional.

Parmono yang sudah bekerja sejak 1986 mengaku tidak tahu mengapa sepi pengunjung, terutama dari kalangan anak-anak dan remaja. Kondisi serupa juga diamini rekan-rekan Parmono lainnya. ”Suasana sekarang beda jauh dengan dulu. Sangat beda,” timpal seorang karyawan lain yang tidak bersedia ditulis namanya.

Dia menambahkan, karena kesulitan dana operasional Gedung Kwarnas, kini dua lantai gedung itu disewakan pada pihak Pertamina. Berdasarkan pengamatan SH, kini di aula gedung bawah itu tidak terpampang lambang tunas pramuka, tapi telah berubah jadi logo Pertamina.

Kini Gerakan Pramuka tidak laku di kalangan remaja. Padahal, Gerakan Pramuka yang secara resmi diperkenalkan pada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 itu mampu membentuk kecintaan terhadap tanah air, serta dapat membentuk karakter luhur.

Serbuan Permainan Modern

Andalan Nasional Gerakan Pramuka, Berthold Sinaulan, kepada SH, mengakui bahwa saat ini muncul kesan pramuka kurang diminati anak-anak remaja. Ini karena serbuan alat-alat permainan modern.

Oleh karena itu, Gerakan Pramuka sejak 2006 direvitalisasi, di antaranya dengan memperbanyak alternatif kegiatan bagi kawula muda, sehingga mereka dapat memilih kegiatan pramuka yang sesuai dengan keinginan masing-masing.

Dalam upaya revitalisasi itu, Gerakan Pramuka juga memperkuat pendidikan budi pekerti dan kemandirian. “Kita berusaha agar anak-anak benar-benar merdeka dan bisa mengungkapkan idenya tapi dengan cara yang santun atau berbudi pekerti,” ujarnya.

Ia menyayangkan generasi muda sekarang yang cenderung mencontoh tingkah laku orang dewasa yang tidak santun. Seperti yang terkadang ditayangkan di televisi, di mana pada acara debat publik ada tokoh yang berbicara tidak santun. ”Anak muda bisa bilang, ‘Lho itu dia yang tokoh saja tidak ada sopan santunnya kok‘,” katanya.

Nilai-nilai budi pekerti itu juga disisipkan dalam acara-acara permainan pramuka. Ini agar melalui permainan mereka bisa belajar dengan cara yang menyenangkan.

Kepala Biro Abdimas dan Humas Kwarnas Gerakan Pramuka Nasional, Septembriyanti, kepada SH, Kamis (11/8) siang, mengatakan, kehadiran Gerakan Pramuka sangat penting dalam membentuk karakter anak bangsa.

Bahkan Pramuka Indonesia mendapat perhatian dunia, termasuk dalam Jambore Dunia yang berlangsung di Bumi Perkemahan Rinkaby, Kristianstad, Swedia sejak 27 Juli-8 Agustus 2011.

Hanya saja, lanjutnya, yang jadi persoalan dan harus menjadi perhatian adalah cara pelaksanaan di lapangan, di daerah-daerah dan di sekolah-sekolah.

Pihaknya membuat program-program yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ada yang namanya jambore internet, jambore on the air, maupun yang berkaitan dengan global warming. Banyak hal yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

“Masalahnya sekarang banyak kegiatan dan pilihan sehingga setiap orang atau setiap sekolah tentu memilih yang sesuai keinginannya. Apalagi jika tidak mendapat dukungan dari pemimpin atau kepala sekolah,” ungkapnya.

Meski sekarang sudah ada Undang-Undang No 2 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, semua itu sangat tergantung pelaksanaan di lapangan.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal, mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasional mengharapkan sekolah-sekolah mengaktifkan kembali kegiatan pramuka. Ini karena pramuka adalah bagian dari pendidikan karakter yang akan membentuk watak jujur, cinta tanah air, pengorbanan, empati, dan cinta pada alam.

“Saya harap sekolah menghidupkan lagi Gerakan Pramuka, tapi kita tidak bisa memaksa. Karena ini sifatnya kesadaran, atas dasar guru dan sekolah. Tugas kita (pemerintah-red) merangsang, dan meningkatkan fasilitas yang mendorong kegiatan pramuka,” katanya.

Dikemukakan, pemerintah memberikan anggaran yang memadai untuk pengembangan pramuka, termasuk dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kementerian Pendidikan Nasional menyediakan anggaran Rp 10 miliar yang dialokasikan untuk dana pelatihan.

Bahkan, mulai tahun depan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagian juga dialokasikan untuk pramuka di sekolah.

Masih Penting

Sejumlah anggota DPR menganggap keberadaan pramuka masih sangat penting untuk membangun karakter dan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda. Jika selama ini terkesan tidak diminati remaja, kini saatnya Gerakan Pramuka perlu direvitalisasi.

Hal itu dikatakan anggota Komisi X DPR Dedy Gumelar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hetifah Sjaifudian dari Fraksi Partai Golkar (PG), dan M Hanif Dhakiri dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dedy yang dihubungi SH secara terpisah, Jumat (12/8), mengatakan, Gerakan Pramuka saat ini kian luntur atau tidak diminati kalangan generasi muda. Hal itu terjadi karena Gerakan Pramuka saat ini tidak mampu menarik perhatian generasi muda.

Oleh karena itu, Dedy mengatakan, harus ada perubahan Gerakan Pramuka. Pramuka harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, tanpa mengurangi substansinya.

Hetifah mengatakan, pramuka harus dan bisa diarahkan jadi salah satu gerakan kepanduan untuk membangun karakter dan nilai kebangsaan. Parlemen, kata Hetifah, mendukung revitalisasi Gerakan Pramuka, tidak hanya melalui Undang-Undang (UU) Gerakan Pramuka yang lahir pada 2010, tetapi juga alokasi anggaran.

Hetifah mencontohkan, dari 26 program yang ada di APBNP Tahun 2011, 25 program terkait dengan Gerakan Pramuka. Ia mengatakan, saat ini pramuka hanya bersifat pilihan. Hal itu yang menyebabkan partisipasi siswa atau sekolah rendah atau tidak semasif Gerakan Pramuka dulu.

Oleh karena itu, dia mengatakan, perlu dipikirkan kembali mewajibkan pendidikan Pancasila atau Gerakan Pramuka dimasukkan lagi ke dalam kurikulum dan kegiatan di sekolah bila memang menginginkan pramuka jadi instrumen utama bagi pendidikan karakter dan kebangsaan.

(sumber : www.sinarharapan.co.id)

Baca Selengkapnya......

Simply Scouting di Jambore Pramuka Sedunia

Seratus lima puluh satu batang pohon pinus yang daun dan rantingnya dipangkas berjejer membentuk huruf S. Di atasnya berkibar bendera 150 negara peserta Jambore Pramuka Sedunia Ke-22 di Kota Kristianstad, Swedia. Satu lagi adalah bendera World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Barisan bendera yang ditambatkan pada pinus setinggi 50 meter tersebut menjadi pusat aktivitas jambore yang diselenggarakan di lahan pertanian Desa Rinkaby. Di lingkaran dalam terdapat tenda pameran setiap negara anggota WOSM. Ada pula pusat media, rumah sakit mini, toko Pramuka, dan kafe.

Pada lingkaran luar berdiri ribuan tenda untuk 39 ribu peserta, anggota Pramuka berusia 14-18 tahun. Mereka akan berkemah hingga 7 Agustus 2011.

“Swedia bangga menjadi tuan rumah peristiwa ini dan saya ucapkan selamat datang kepada orang muda dari berbagai negara,” kata Raja Swedia Carl XVI Gustaf. Dia mengajak para peserta memanfaatkan waktu berharga di jambore untuk membina persahabatan.

Jambore merupakan pertemuan akbar anggota Pramuka dalam bentuk perkemahan. Jambore Pramuka Sedunia yang pertama diselenggarakan di London pada 1920. Kala itu perkemahan yang digagas Lord Baden Powell–Bapak Pramuka Sedunia–dihadiri 8.000 anggota Pramuka dari 34 negara.

Jejeran pohon pinus yang membentuk huruf S adalah akronim dari Simply Scouting. Ini adalah tema jambore di Swedia yang merupakan jawaban dari empat pertanyaan kunci. Pertama, pengalaman apa saja yang bisa diperoleh dari Jambore? Kedua, bagaimana saya memperoleh teman Pramuka sedunia? Ketiga, bagaimana kita dapat memahami perkembangan global? Terakhir, bagaimana agar ini semua terwujud?

Pada jambore kali ini, Indonesia mengirim 191 peserta yang berasal dari 27 provinsi. “Kami akan terapkan pengelolaan perkemahan yang bersih dan ramah lingkungan,” kata Muhamad Ma’ruf, pembina dari Gugus Depan Pondok Pesantren Gontor, Jawa Timur. Dia tertarik pada sarana mandi-cuci-kakus yang bersih, lantaran kotoran manusia diolah menjadi biogas.

(sumber : www.pramuka.or.id)

Baca Selengkapnya......

Pramuka di AS Beri Lencana untuk Keahlian Robot

Pramuka di Amerika Serikat (AS) akan merilis lencana untuk keahlian membuat robot. Lencana itu bertujuan mempromosikan bidang sains, teknologi, engineering dan matematika (STEM).

Dilansir Fox News dan dikutip detikINET, Senin (11/4/2011), saat ini, ada lebih dari 120 lencana ditawarkan Pramuka AS, mulai dari keahlian memanah hingga bertahan hidup di pegunungan.

Pramuka AS tampaknya terus berupaya mengikuti perkembangan zaman. ya, keahlian seorang Pramuka modern kini tak hanya di bidang tali temali, baris berbaris atau mendirikan tenda tetapi merambah ke bidang yang dinamakan STEM tersebut.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Pramuka AS juga menyediakan lencana untuk keahlian bermain game.

“Abad lalu, berkemah menjadi keterampilan bertahan hidup yang sangat penting di organisasi kepramukaan. Namun zaman terus berkembang. Kami melihat STEM kini menjadi bagian keterampilan yang penting di abad ini,” kata juru bicara Pramuka AS Matt Myers.

“Kami harus berusaha agar bisa tetap relevan dengan apa yang dibutuhkan anak-anak Pramuka zaman sekarang untuk dipelajari,” tambahnya.

Anggota Pramuka yang berhak mendapatkan lencana keahlian robotik harus menyelesaikan tugas merancang dan membangun sebuah robot serta mempelajari pemrograman, teknologi gerak dan sensor pada robot.

(sumber : www.pramuka.or.id)

Baca Selengkapnya......

CERPEN "Si Semut Coklat"

Ada segerombolan orang yang membawa tongkat, mereka berteriak-teriak sambil menyanyikan yel-yel mereka. gerakannya begitu mantap, mata mereka menatap penuh kebanggaan. Sepertinya, tidak ada yang mereka takuti, dari matanya terpancar semangat yang begitu membara. Mereka sangat kompak dengan seragamnya yang mirip warna tanah di bumi pertiwi.

Ya, merekalah anak-anak PRAMUKA. dan hari ini, 14 Agustus. mereka merayakan hari pramuka.

Sebenarnya, anak-anak yang ikut pramuka cenderung lebih aktif dan kreatif dari pada anak-anak yang tidak ikut. selain karena mereka terlatih untuk selalu aktif, otak mereka juga berkembang untuk memecahkan sandi, kode morse ataupun intruksi lainnya. Dan jangan pernah memandang anak pramuka dengan sebelah mata.
Diluarnya mereka boleh saja berpenampilan sopan, tapi jiwa mereka selalu membara dan ingin melakukan sesuatu yang positif. maka, janganlah anda heran kalau anak-anak pramuka itu jarang ada di dalam ruangan. mereka lebih suka berada di alam terbuka.

Kalau dari pendapat saya, Pramuka itu mirip dengan "wajib militer". karena di setiap sekolah, mulai dari sekolah dasar hingga menengah atas. pasti ada kegiatan pramuka. tapi, kalau tentara disiapkan untuk perang. Pramuka juga disiapkan untuk "perang", Perang melawan hal-hal negatif.

"Membuat dunia yang lebih baik" adalah sebuah kata yang patut diberikan pada gerakan pramuka. karena gerakan pramuka itu seperti angin dingin di musim panas. mereka membawa perubahan ke arah yang lebih baik. mungkin para pemimpin dunia masa depan akan tumbuh dari gerakan pramuka.

Pramuka itu sering dipandang sebagai gerakan yang kaku dan terlalu formal. tapi, jaman sekarang anak-anak pramuka berusaha menghilangkan citra itu. mereka berusaha membuat pramuka itu jadi nge-trend dan gaul namun, tidak meninggalkan kepramukaan mereka.

"Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan"

(sumber : www.kaskus.us)

Baca Selengkapnya......

Makna Seragam Pramuka

Siapa yang tau, kenapa Seragam Pramuka berwarna Coklat tua dan coklat muda, terus setangan lehernya berwarna Merah Putih?"kenapa seragam pramuka tidak warna biru?atau hijau?atau kuning? Atau warna yang lainnya, para pendahulu kita memilih warna - warna tersebut bukan tanpa maksud dan alasan, namun ada sebuah cerita yang mengandung makna dan menjadi cita2 yang ingin dibangun, agar seseorang yang mengenakan seragam pramuka ini menjadi seorang pandu yang memiliki pribadi kesatria, menjadi generasi muda penerus perjuangan bangsa dan setiap orang bangga mengenakannya. Coklat tua adalah warna tanah Indonesia.... Coklat muda adalah warna air yang mengaliri tanah-tanah Indonesia.... Dan Merah Putih adalah kibaran bendera Indonesia.... sehingga seorang pramuka digambarkan sebagai seorang pandu yang berpijak diatas tanah air Indonesia yang selalu siap sedia untuk
membela dan mempertahankan agar sang Merah Putih tetap berkibar di bumi Nusantara....
warna coklat adalah warna pakaian yang juga digunakan para pejuang dimasa kemerdekaan, coklat adalah warna yang penuh kenangan betapa gigihnya para pendahulu kita erjuangkan kemerdekaan Indonesia...betapa banyak nyawa dan harta yang telah dikorbankan untuk mempertahankan kibaran bendera Merah Putih di bumi nusantara ini, begitu besarnya jasa mereka mewujudkan kemerdekaan Indonesia.... oleh karena itu, kita para pramuka yang mengenakan seragam ini harus selalu mengingat betapa besar perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pejuang bangsa,dan senantiasa memberikan penghormatan
pada jasa2 mereka dengan terus berlatih membina diri kita menjadi pribadi yang tangguh bermoral utama.....penuhi janjimu, Trisatya!... amalkan Dasa darma..agar kita mrnjadi generasi penerus bangsa yang utama....pertahankan Merah putih untuk terus berkibar di bumi
Indonesia tercinta ini
Kemudian dari mulai perbedaan bentuk antara pakaian yang digunakan siaga, penggalang,
penegak dan anggota dewasa, kemudian atribut2 yang melengkapinya, tentu saja dengan menjelaskan semua kiasan dan maknanya, seperti kenapa TKU pada siaga diilustrasikan sebagai manggar (bunga kelapa) kuncup, sedangkan pada penggalang dilustrasikan sebagai manggar mekar, kemudian penegak bergambar cikal berwarna kuning yang bersebelahan dengan dasar hijau dan ada satu bintang diatasnya sedangkan pandega kenapa dasarnya berwarna coklat.... dan lain sebagainya - dan lain sebagainya, Sebuah semangat nasionalisme telah ditanamkan sang Pembina dari selembar kain yang semula tidak bermakna yang setelah dijahit dan dilengkapi atributnya bernama seragam pramuka

(sumber : pramukanet.org)

Baca Selengkapnya......

Translator

English French German Spain

Italian Dutch Russian Brazil

Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Tampilan Slide

Loading...

Pengikut

Pengunjung

Buku Tamu

»

Morse Translator

Sandi Morse :

A : .-J : .---S : ...2 : .----
B : -...K : -.-T : -3 : ...--
C : -.-.L : .-..U : ..-4 : ....-
D : -..M : --V : ...-5 : .....
E : .N : -.W : .--6 : -....
F : ..-.O : ---X : -..-7 : --...
G : --.P : .--.Y : -.--8 : ---..
H : ....Q : --.-Z : --..9 : ----.
I : ..R : .-.1 : .----0 : -----

Program ini dapat menerjemahkam huruf alphabet menjadi kode morse.
Program ini masih belum sempurna. Hanya bisa digunakan satu arah yaitu dari alphabet ke morse. Untuk sebaliknya masih belum bisa.

Masukkan kalimat disini!